Ada 5 Aspek Yang Mempengaruhi Gaya Belajar :
1. Disposisi
Yaitu apa yang bisa dilihat dari luar oleh orang lain pada diri kita (atau apa yang bisa kita lihat ada pada anak kita sejak dia lahir). Ada 5 disposisi yang perlu kita tahu :
2. Bakat
Ada kurang lebih 12 macam bakat yang sering kita jumpai yaitu :
- Music
- Math-logic
- Mechanical reasoning
- Word-language reasoning
- Spatial
- Body Coordination
- Interactive-self
- Interactive-others
- Interactive-animals
- Interactive-nature
- Humor
- Life enhancement.
3. Minat
Ini berbeda dengan bakat biarpun banyak yang salah duga. Misalnya : anak yang suka menyanyi belum tentu berbakat menjadi penyanyi. Minat yang dimiliki anak bisa pada bidang-bidang tertentu (ini sebabnya dianggap sama dengan bakat), misalnya olahraga, musik, dsb; tetapi juga interest anak yang melibatkan dia aktif di komunitas tempat dia berada baik di sekolah, rumah, dsb. Banyak orang tua yang buru-buru mengkursuskan anaknya karena dianggap berbakat pada bidang tertentu, padahal dia hanya pada tahap interest saja. Maka jangan heran jika tiba-tiba si anak tidak mood lagi ikut kursus padahal awalnya suka sekali dan tampak menikmatinya.
4. Modalitas
Adalah cara terbaik seorang anak untuk memproses informasi. Banyak orang mengira modalitas sama dengan gaya belajar, padahal modalitas hanyalah salah satu aspek yang mempengaruhi gaya belajar saja. Disini dibedakan antara :
- Auditory (baik mendengar maupun bicara),
- Visual (gambar atau tulisan),
- Tactile-Kinesthetic (sentuhan, sketsa, gerakan tubuh dan menulis).
5. Lingkungan
Kondisi lingkungan yang paling disukai anak yang membuat dia bisa belajar lebih baik. Terdiri dari :
- Suara (ramai/tenang)
- Posisi (berdiri, duduk di kursi, tiduran, dsb)
- Interaksi (harus ada orang, dengan hewan kesayangan, sendiri, dsb)
- Cahaya (suka belajar di luar dengan cahaya natural matahari, atau cahaya lampu tertentu, harus terang atau redup, dsb)
- Makanan (suka ngemil ditengah-tengah belajar, harus dalam keadaan kenyang atau tak harus sudah makan saat belajar, dsb)
- Warna (warna favorit membuat si anak makin semangat belajar)
- Waktu (ada anak yang lebih bisa konsentrasi belajar di malam hari, ada yang di pagi hari, dsb).
- Suhu (dingin atau panas), dsb
Dari kelima aspek tersebut bisa anda perhatikan bahwa setiap aspek ada hal-hal yang lebih mendetil yang mempengaruhi gaya belajar anak anda. Sebagai contoh, anak yang hanya bisa berkonsentrasi belajar di tempat yang sepi, akan kesulitan belajar di kelas yang teman-temannya suka bicara. Anak yang punya tipe modalitas Auditory akan kesulitan memahami suatu persoalan, sebelum dia membacanya keras-keras. Pernah ingat salah satu teman anda yang suka belajar sambil membaca keras-keras ? Mungkin anda akan terganggu oleh keberisikan dia, dan anda punya gaya belajar yang berbeda karena anda hanya bisa konsentrasi saat semuanya tenang dan sepi. Bayangkan jika semua anak dengan berbagai keunikan belajarnya harus belajar dengan cara yang sama di kelas yang sama. Wajar jika hanya kurang lebih 3 dari 35 murid di satu kelas, yang selalu mendapat ranking tinggi. Mereka adalah tipe pelajar yang memiliki tipe disposisi jenis Produce dan Modalitas-nya pada auditory, krn inilah cara mengajar yang diajarkan di sekolah pada umumnya. Sebaliknya anak-anak yang memiliki disposisi model Perform, membutuhkan banyak gerak; dia akan mendapat nilai tinggi pada saat jam olahraga, anak yang bertipe Invent akan mudah belajar di laboratorium.
